PUJIKU 

 

Air mengalir begitu derasnya

Hujan turun dengan lebatnya

Kicauan burung begitu merdunya

Ribuan pohon begitu rindangya

Apa yang ada dalam pikir manusia akan keagungan itu?

Apa yang akan dilakukan manusia dengan anugerah itu?

Akankah manusia menghiasinya dengan kasih sayang?

Akankah manusia mangasihinya dengan warna-warni cinta?

 

Nafas ini beroksigen tiap detiknya tanpa pinta

Jantung ini beraktivitas  tanpa seruan

Mata ini mampu memandang kilauan permata dunia

Telinga ini mampu menyerap suara-suara merdu

Mulut ini mampu berucap sesuai pinta diri

Tangan ini mampu ulurkan benda yang dibutuhkan

Kaki ini mampu menuju pijakan yang terencana

 

Sempurnalah jasmani ini

Pujiku untukmu, Allahu Robbi

seperti

sepertinya tak bernyawa

sepertinya tak bernapas

sepertinya tak berakal

sepertinya pula tak pernah berpikir

sepertinya pula penuh kesombongan

apalagi yang sepertinya????

sepertinya penuh dengan caci maki

sepertinya pula penuh kemungkaran

lalu, masih ada yang seperti-seperti lainnya????

seperti pohon tapa buah

seperti bunga tanpa pesona

seperti ikan tanpa air,

bagai sembilu yang menelusup ke ruang hampa.

KOSONG

Gambar

mungkin aku bukanlah yang terbaik, atau bahkan mungkin takkan pernah dikatakan yang terbaik

kala aku mendapatkan cahaya dari mereka, serasa aku lebih kuat dari besi yang menyangga bangunan itu

namun, kala aku terbenam kembali dengan ketakutanku, serasa aku tak mampu membuka mataku hanya ‘tuk sekedar memandang daun yang jatuh berguguran

aku tau hidupku belum mencapai titik yang mencapai puncaknya,

entah mengapa aku merasa tujuan ini kosong layaknya rumah yang tak berpenghuni,

yang kusam, menakutkan, yang kotor dan tak ada satu insan pun yang menjamahnya

kekosogan itu menggangguku setiap waktu, bukan karena asmara, tapi tujuan hidupku

aku menikmati proses, meski untuk menjemput mimpiku aku belum tau arahnya

Tuhan, kuatkanlah aku setiap waktu,

mungkin aku bukanlah hamba yang baik, tapi aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik…………